salam

chemistry lover

Showing posts with label kimia. Show all posts
Showing posts with label kimia. Show all posts

Monday, 20 July 2015

Praktikum Alkali Tanah

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA UNSUR
PERCOBAAN 1
ALKALI TANAH







Disusun oleh :
Muhamad Zaki



















UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS MIPA JURUSAN KIMIA
2010

       I.            Pendahuluan
1.1  Latar belakang
Alkali tanah adalah unsur-unsur golongan IIA dalam system periodik yang terletak pada jalur kedua dari kiri. Unsur-unsur golongan IIA terdiri dari enam unsur yaitu Berilium (Be), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Stronium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Unsur-unsur logam alkali tanah merupakan unsur logam yang reaktif. Hal ini karena unsur-unsur logam alkali tanah mudah ,elepaskan 2 elektron valensinya untuk mencapai konfigurasi electron yang stabil. Berdasarkan hal tersebut, maka unsur-unsur logam alkali dialam tidak terdapat dalam keadaan bebas, tetapi berikatan dengan unsur-unsur lain. Setiap unsur-unsur dalam golongan IIA ini memiliki karakteristik tersendiri. Oleh karena itu untuk memahami masing-masing sifat dari unsur-unsur yang ada dalam logam alkali tanah perlu dilakukan percobaan ini.
1.2  Tujuan
Tujuan praktikum ini yaitu untuk memahami sifat-sifat logam alkali tanah beserta senyawanya.

    II.            Tijauan Pustaka
Alkali tanah meupakan kelompok unsur kimia glongan IIA yang semuanya tediri dari unsur logam. Kelompok unsur ini dikenal sebagai alkali tanah karena logam-logam tersebut membentuk oksida dan hidroksida yang larut dalam air menghasilkan larutan basa. Logam alkali tanah disebut juga logam-logam bioks karena hanya terdapat 2 elektron valensi. Electron valensi ini menempati orbital s.
Beberapa sifat yang dimiliki oleh logam alkali tanah yaitu mempunyai energi ionisasi yang rendah, ditentukan oleh hilangnya dua electron terluarnya menghasilkan ion M2+ dan cenderung bersifat ionik. Logam-logam ini juga sulit direduksi menjadi logam bebas, karena memiliki harga pontensial reduksi yang besar dan negatif. Ciri khusus pada logam alkali tanah adalah keraktifannya yang tinggi menyebabkan logam-logam ini tidak terdapat dialam secara bebas, melainkan terikat dengan unsur lain. Semua unsur alkali tanah terdapat sebagai in positif (keenan, 1986).
Struktur Kristal logam alkali tanah merupakan ketiga struktur logam yang paling umum yaitu kubus berpusat badan (BCC), kubus berpusant muka (FCC) dan hexagonal kemasan rapat(NEX). Sifat fisik alkali tanah diantarnya agak lebih keras disbanding golongan alkali. Kekerasannya dari berilium yang kira-kira sama keras dengan timbel. Berilium digunakan sebagai aliase untuk membuat pegas yang kelenturannya bertahan lama. Magnesium digunakan sebagai aliase berbobot ringan terutama dalam kapal terbang (cotton, 1989).
Kation alkali tanah mempunyai rapatan rapatan muatan positif yang tinggi. Apabila bergabung dengan anion tertentu, kation tersebut akan membetrikan energi yang tinggi dan garam-garamnya dapat sedikit larut atau tak larut dalam air misalnya anion carbonat, fluoride, hidroksida). Dalam kasus lain, dimana energi kisi tidak terlalu tinggi (misalnya jika bergabung dengan anion besar yang bermuatan satu) energi hidrasi yang tinggi dari katin mungkin menyebabkan kelarutan dalam air dan garamnya akan mengkistral dari larutan dalam bentuk hidrat (keenan, 1987).

 III.            Metodologi Percobaan
A.    Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan acara ke satu ini adalah tabug reaksi, gelas kimia, pembakar Bunsen, pipa bengkok dan corong. Sedankan bahan-bahan yang digunakan adalah kertas saring, pH universal, logam kalsium, serbuk magnesium, magnesium oksida, magnesium hidroksida, barium hidroksida, magnesium karbonat, kalsium karbonat, barium karbonat, magnesium klorida, dan air kapur.

B.     Cara kerja
Percobaan 1
a.       Sebanyak 2 buah tabung reaksi diisi dengan air dingin, tabung 1 ditambah sekeping logam Ca dan pada tabung 2 ditambah sedikit serbuk Mg. kemudian amati reaksi yang terjadi
b.      Jika reaksi diatas berjalan sangat lambat maka dilakuan menggunakan air panas

Percobaan 2
a.       Sebanyak 4 buah tabung reaksi disiapkan
b.      Tabung 1 diisi 0.1g MgO, tabung 2 0.1g Mg(OH)2, tabung 3 0.1g Ca(OH)2 dan tabung 4 diisi 0.1g Ba(OH)2
c.       Setiap tabung ditambah 5 ml air lalu dikocong. pH larutan dicek dengan kertas pH universal

Percobaan 3
a.       Sebanyak 3 tabung reaksi disiapkan. tabung 1 diisi 2 mL Ba2+ 0.1M, . tabung 2 diisi 2 mL Mg2+ 0.1M, . tabung 3 diisi 2 mL Ca2+ 0.1M.
b.      Masing-masing tabung diisi 2 mL NaOH 0.1 M dan diamati kelarutannya.
c.       Sebanyak 2 mL NaOH 0.1 M diganti dengan larutan yang mengandung SO42- dan CO32-
d.      Kelarutan dimasing masing pelarut dibandingkan.

Percobaan 4
a.       Beberapa MgCO3 dimasukkan kedalam tabung reaksi dan air kapur pada beaker gelass
b.      Tabung reaksi dan beaker gelass tersebut dihubungkan dengan pipa bengkok
c.       Tabung yang berisi MgCO3 dipanaskan kemudian diamati kecepatan timbulnya gas dan tingkat kekeruhan air kapur.
d.      MgCO3 diganti dengan CaCO3 lalu diganti dengan BaCO3.
e.       Setaip mengganti garam karbonat, air kapur juga diganti.
 IV.            Hasil dan Pembahasan

    V.            kesimpulan

Monday, 4 May 2015

Analisa H+/OH- (alkalinitas) Soap Noodle


A.    Analisa H+

1.      Timbang 5 g soap noodle masukkan ke dalam Erlenmeyer
2.      Tambahkan 100 mL alkohol netral 85%, pansakan sampai larut
3.      Tambahkan indikator pp 1% sebayak 1 pipet
4.      Titrasi larutan dengan larutan NaOH 0.1 M

B.     Analisa OH-

1.      Timbang 5 g soap noodle masukkan ke dalam Erlenmeyer
2.      Tambahkan 100 mL alkohol netral 96%, pansakan sampai larut
3.      Tambahkan indikator pp 1% sebayak 1 pipet
4.      Tambahkan 10 mL BaCl2 10%
5.      Titrasi larutan dengan larutan HCl 0.1 M

Friday, 16 January 2015

Sintesis Aspirin

SINTESIS ASPIRIN (ASAM ASETIL SALISILAT)



TINJAUAN PUSTAKA

    Jika asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam (bisa HCL/H2SO4) dipanaskan terdapat keseimbangan antara ester dan air. proses ini dinamakan esterifikasi Fisher, yaitu berdasarkan nama Emil Fisher, kimiawan organik abad 19 yang mengembangkan metode ini.walaupun reaksi ini adalah reaksi keseimbangan, dapat juga digunakan untuk membuat ster dengan hasil yang tinggi dengan menggeser kesetimbangan ke kanan.
     Asam fenolat adalah golongan khusus dari asam hidroksi. asam fenolat yang penting adalah asam salisilat(asam orto-hidroksibenzoat). ester metilnya yaitu metil salisilat adalam komponen utama dalam minyak gondopuro. metil salisilat digunakan untuk permen karet atau gla-gula dan obat gosok

   Penggunaan utama asam salisilat adalah dalam pembuatan aspirin. reaksi antara asam salisilat dengan asam astat anhidrit menghasilkan asetil salisilat (aspirin). aspirin digunakan digunakan secara luan dalam bentuk murni atau campuran dengan obat lain, baik sebagai penghilang sakit nyeri atau obat demam.

METODE

1. Alat dan Bahan
Bahan :Asam salisilat kering, asam asetat glasial atau asam asetat anhidrid, asam sulfat pekat, alkohol murni, aquades, larutan feri klorida
Alat  : termometer 200 oC,labu alas bulat 100 mL, pendingin bola, gelas pengaduk, penangas air,penyaring bachner, gelas baker 100 mL, lampu pemanas, erlenmeyer, corong gelas, dan alat penyaring panas.

2. Cara Kerja
  • masukkan 10 g asam salisilat kering dan 15 g asam asetat glasial ke labu alas bulat 100 mL, kemudian tambahkan asam sulfat pekat 10 tetes. kocok campuran sampai homogen
  • panaskan diatas pnangas air (suhu 50-60 oC) sambil diadu dengan batang pengaduk selama 15 menit
  • dinginkan sambil tetap diaduk dan ditambah 150 mL aquades, kemudian saring dengan penyaring bachner. pemurnian dilakukan dengan rekristalisasi
  • lakukan dengan hati-hati karena alkohol mudah terbakar. pelarut yang digunakan campuran 30 mL alkohol 96% dan 75 mL aquades. kristal dimasukkan dalam pelarut, dan panaskan hingga semua kristal melarut
  • saring dalam keadaan panas dengan penyaring panas. filtrat yang diperoleh dinginkan perlahan lahan, lihat, akan diperoleh kristal seperti jarum. hasil dites dengan feri klorida. timbanglah aspirin yang diperoleh

Sumber : diktat praktikum kimia UNSOED

Wednesday, 31 December 2014

Equipment of Chemistry

Beberapa penemuan terbesar dalam kimia dibuat oleh ilmuan, yang mana bukan peralatan khusus tapi sederhana digunakan bagaimanapun  di tangan.




di dalam rumahmu lab experiment itu akan memintamu mengikuti contoh awal ahli kimia ini. gunakan imaginasimu untuk bekerja.gunakan apapun peralatan yang sesuai yang dapat kamu temukan disekeliling rumah (seperti gambar dibawah ini)



dan belilah apa yang mutlak diperlukan (seberti dalam gambar)

Saturday, 29 November 2014

Pentingnya Kimia

       
     Hampir tidak ada anak laki-laki maupun perempuan hidup yang tidak sangat tertarik dalam mencari tahu tentang sesuatu hal. dan itulah apaitu kimia "mencari tahu tentang suatu hal " mencari tahu  hal-hal apa yang terbuat dari dan perubahan apa mereka alami.

hal-hal apa? hal-hal apapun? setiap hal !

    lihatlah sekeliling kamu. banyak hal yang dapat kamu lihat dan sedikit hal yang kamu tidak dapat lihat, harus dilakukan dengan ilmu kimia. Mari mulai dengan diri kamu. Udara yang kamu hirup adalah campuran dari substansi kimia dan proses bernafas adalah reaksi kimia. Makanan yang kamu makan semua adalah produk kimia dan cara-cara di mana tubuh kamu mengubah mereka menjadi otot dan tulang dan saraf dan sel-sel otak adalah beberapa yang terbesar dari semua misteri kimia.
    Baju yang kamu pakai, buku yang kamu baca, obat yang kamu gunakan, rumah yang mana kamu tinggal, semua adalah produk kimia. begitu juga mobil keluarga, didalamnya terdapat logam, karet yang menggelinding dan gas yang bergerak.

     Alam itu sendiri adalah laboratorium kimia yang luar biasa. segala sesuatu di alam selamanya mengalami berubahan kimia, dibumi tanam dan hewan tumbuh, mati dan membusuk.batu yang retak dan runtuh dibawah pengaruh udara dan air. Di alam semesta bintang baru terbentuk dan yang lain memudar. Matahari memberikan kita panas, cahaya, dan energi sebagaimana furnace yang menyala dalam proses kimia yang akhirnya membakar dirinya sendiri, milyaran tahun dari sekarang.
   Kimia adalah salah satu yang terpenting dari semua ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan manusia. KImia menunjukkan perbedaan diantara kemiskinan, kelaparan, dan kehidupan berlimpah. Penggunaan kimia secara tepat memungkinkan bagi petani untuk memberi makan dengan semakin meningkatnya populasi dunia, bagi insinyur untuk mengembangkan cara-cara baru untuk transportasi dan komunikasi yang akan membawa masyarakat dunia lebih dekat, bagi dokter untuk menyembuhkan penyakit umat manusia, bagi produsen untuk memproduksi ribuan item yang di perlukan untuk hidup lebih baik dan lebih kaya.

     Dan ini hanya permulaan,......
dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuan telah berhasil sukses menembus ke dalam rahasia terdalam material kimia dan telah memulai memanfaatkan kekuatan yang luar biasa yang tersembunyi di dalamnya. tenaga otom ini membuka kemungkinan menakjubkan untuk masa depan. kamu akan di dunia yang mana kimia akan menjadi semakin penting. memahami dunia seperti itu, perlu memahamikebenaran dan hukum dimana kimia modern adlah dasar dan belajar bagaimana ahli kimia dari masa lalu mengurainya.

terjemahan :The Golden Book of Chemsitry Experiments by Robert Brent

Tuesday, 20 May 2014

DASAR-DASAR ANALISIS


 

Dua langkah utama dalam analisis kimia yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif merupakan suatu rangkaian pengerjaan untuk mengenal atau mengidentifikasi suatu zat (senyawa, , unsure, kation, anion, radikal, dan gugus fungsi) melalui salah satu sifat kimia atau sifat fisikanya. Analisis kuantitatif merupakan suatu rangkaian pengerjaan untuk menentukan jumlah zat tertentu d idalam sampel.
Analisis kualitatif adalah mencaria “apa” yang ada dalam sampel. Sedangkan analisis kuantitatif menentukan “berapa” jumlah zat tersebut dalam sampel. Dalam perkembangannya, untuk menentukan “apa” dan “berapa” jumlah zat yang ada dalam sampel, biasanya zat tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu dari zat lainyang dapat mengganggu. Jadi analisis merupakan suatu rankaian kerja, mulai dari pengambilan sampel , penyiapan sampel, dan mengubahnya kebentuk yang dapat diukur.
Ada beberapa metode yang digunakan dalam analisis kuantitatif yaitu :
A.    Metode Klasik
1.      Gravimetri merupakan metode isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau senyawa tertentu. Analisis gravimetri meliputi transformasi (perubahan) unsur atau radikal ke senyawa murni stabil yang dapt diubah menjadi bentuk yang dapat di timbang dengan teliti
2.      Volumetri (Titrimetri)
Ø  Titrimetri merupakan satu analisis dimana zat yang dianalisis dibiarkan bereaksi dengan zat lai yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dari buret dalam bentuk larutan. Konsentrasi larutan yang tidak diketahui (analit) kemudian dihitung. Reaksi yang umum dipakai adalah Reaksi Penetralan , Reaksi Pengendapan, Reaksi Redoks, dan Reaksi Pengkompleksan.
Ø  Analisis gas merupakan metode pengukuran volume gas yang diserap atau dilepas dalam suatu reaksi kimia.
B.     Metode Modern
Metode ini merupakan pengembangan dari metode klasik yang mencakup pemakaian instrumentasi canggih, seperti :
Ø  Spektroskopi UV-Vis, Spektroskopi IR, SSA, Spektroskopi Emisi nyala, Spektroskopi Massa, AES, ICP-MS, ICP-AES, dll
Ø  Gas Kromatografi, HPLC, PIA
Ø  Konduktometri, Potensiometri, Polarografi, Kolometri

Tahapan penentuan dalam analisis kuantitatif ada beberapa langkah :
1)      Pengambilan sampel
Sampel haruslah representatif (mewakili) dari materi yang akan dianalisis secara utuh.
2)      Merubah konstituen yang diinginkan kebentuk yang dapat diukur (memerlukan metode pemisahan)
3)      Pengukuran konstituen yang diinginkan
Sifat-sifat fisika dan kimia konstituen dapat digunakan untuk identifikasi kualitatif dan pengukuran kuantitatifau keduanya.
4)      Perhitungan dan interpretasi data analisis
Seringkali digunakan teknik statistik dalam pengolahan data untuk mendapatkan hasil akhir analisis.

"dikutip dari buku ajar kimia analitik terapan kimia unsoed"

Sunday, 20 April 2014

Kimia Analitik


KIMIA ANALITIK
1. PENGERTIAN KIMIA ANALITIK

  Kimia Analitik merupakan salah satu cabang Ilmu Kimia yang mempelajari tentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia. Dalam melakukan pemisahan atau pengukuran unsur atau senyawa kimia, memerlukan atau menggunakan metode
analisis kimia.
  Kimia analitik mencakup kimia analisis kualitatif dan kimia analisis kuantitatif. Analisis kualitatif menyatakan keberadaan suatu unsur atau senyawa dalam sampel, sedangkan analisis kuantitatif menyatakan jumlah suatu unsur atau senyawa dalam sampel.

2. PENGGUNAAN KIMIA ANALITIK

   Kimia analitik tidak hanya digunakan di bidang kimia saja, tetapi digunakan juga secara luas di bidang ilmu lainnya. Penggunaan kimia analitik di berbagai bidang diantaranya :

a. Pengaruh komposisi kimia terhadap sifat fisik.

   Efisiensi suatu katalis, sifat mekanis dan elastisitas suatu logam, kinerja suatu bahan bakar sangat ditentukan oleh komposisi bahanbahan tersebut.

b. Uji kualitas.

  Analisis kimia sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas udara di sekitar kita, air minum yang kita gunakan, makanan yang disajikan. Dibidang industri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk menentukan suatu bahan baku yang akan digunakan, produk setengah jadi dan produk jadi. Hasilnya dibandingkan dengan spesifikasi yang ditetapkan. Bidang ini disebut pengawasan mutu atau quality controll.

c. Penentuan konsentrasi bahan/senyawa yang bermanfaat atau
bernilai tinggi.

   Analisis kimia digunakan pada penentuan kadar lemak dalam krim, kadar protein dalam suatu makanan atau bahan pangan, kadar uranium dalam suatu bijih tambang.

d. Bidang kedokteran.

   Untuk mendiagnosis suatu penyakit pada manusia diperlukan suatu analisis kimia, sebagai contoh : tingkat konsentrasi bilirubin dan enzim fosfatase alkali dalam darah menunjukkan adanya gangguan fungsi liver. Tingkat konsentrasi gula dalam darah dan urin menunjukkan penyakit gula.

e. Penelitian.

Sebagian besar penelitian menggunakan kimia analitik untuk keperluan penelitiannya. Sebagai contoh pada penelitian korosi logam, maka ditentukan berapa konsentrasi logam yang terlarut ke dalam lingkungan air. Di bidang pertanian, suatu lahan pertanian
sebelum digunakan, maka tingkat kesuburannya ditentukan dengan mengetahui tingkat konsentrasi unsur yang ada di dalam tanah,misalnya konsentrasi N, P, K dalam tanah.


Saturday, 23 November 2013

PENENTUAN BERAT MOLEKUL


PENENTUAN BERAT MOLEKUL BERDASARKAN PENGUKURAN MASSA JENIS GAS

I.            TUJUAN
1.1  Menggunakan persamaan gas ideal
2.1  Menentukan berat molekul senyawa volatil berdasarkan massa jenis gas

II.            TINJAUAN PUSTAKA

III.            ALAT DAN BAHAN
3.1  Alat
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu Erlenmeyer 150 mL, gelas piala 600 mL dan desikator.
3.2  Bahan
Bahan yang digunakan adalah CHCl3

IV.            PROSEDUR PERCOBAAN
a.       Labu Erlenmeyer kosong ditimbang, dicatat beratnya. Labu Erlenmeyer kemudian ditutup dan dikencangkan dengan karet lalu ditimbang kembali
b.      Sebanyak 5 mL Kloroform dimasukkan ke dalam Erlenmeyer kemudian ditutup dan dikencangkan kembali.
c.       Sebuah lubang kecil dibuat pada tutup labu dengan jarum.
d.      Labu direndam dalam penangas air bersuhu 100 oC, suhu penangas air tersebut dicatat
e.       Setelah semua cairan menguap, labu diangkat, dikeringkan bagian yang basah dan didinginkan dalam desikator sampai uap tersebut mengembun kembali.
f.       Labu yang telah dingin tersebut ditimbang kembali tanpa melepas tutupnya
g.      Volume labu diukur dengan menimbang Erlenmeyer berisi air penuh dan dicatat pula suhu air yang terdapat dalam labu.
h.      Tekanan atmosfer diukur dengan barometer
i.        Massa jenis gas dan bobot molekul gas dihitung

V.            HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Data Pengamatan
Perlakuan
Pengamatan
Ø  Berat Erlenmeyer kosong
Ø  42.0914 g
Ø  Berat Erlenmeyer + Al foil + Karet
Ø  43.1592 g
Ø  Berat Erlenmeyer + Al foil + Karet + CHCl3
Ø  50.4362 g
Ø  Suhu air
Ø  27 oC / 300 K
Ø  Suhu penangas air
Ø  82 oC
Ø  Tekanan Atmosfer
Ø  1 atm
Ø  Berat Erlenmeyer + Al foil + Karet + CHCl3 (setelahpemanasan)
Ø  43.2073 g
Ø  Masaa air + Erlenmeyer
Ø  111.6050 g
Ø  Massa CHCl3
Ø  7.277 g
Ø  Massa air
Ø  69.5136 g

5.2 Perhitungan
1.  ρ20            =  ρ30 (1+ α Δt)
0.9982 = 0.9957 (1+ α (30-20))
0.9982 = 0.9957 + 9.957 α
α      = 0.00025
2.ρair (27)     = ρ30 (1+ α Δt)
ρair (27)     = 0.9957 (1+ α (30-27))
ρair (27)     = 0.9964 g/mL
3.V air = V gas = mair / ρair (27)
  V gas = 69.5136 g / 0.9964 g/mL
  V gas = 69.7647 mL = 0.0697 L
4.ρgas =  mgas / Vgas = 0.0481 g / 0.0967 = 0.6901 g/L
5.BM = ρ (R T / P) = (0.6901 x 0.082 x 300) / 1 = 16.9764 g/mol
6. log P koreksi ......
.....
....
...
BM koreksi = 23.84 g/mol
5.3 Pembahasan
     Berat molekul senyawa merupakan nilai banyaknya gram massa suatu zat dalam sejumlah besar molnya. percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan berat molekul senyawa volaatil berdasarkan pengukuran massa jenis gas dengan menggunakan persamaan gas ideal.persamaan gas ideal merupakan gabungan dari beberapa hukum-hukum gas yang akhirnya diperoleh persamaan gas ideal yaitu :
PV = nRT                                                                                                  (Holiday, 1987).
persamaan tersebut kemudian diturunkan untuk mencari persamaan yang dapat menghitung berat molekul
BM = ρ(RT/P)                                                                                        (Soekardjo, 1997).
     Senyawa volatil yang akan ditentukan dalam percobaan ini adalah kloroform (CHCl3). Kloroform merupakan senyawa volatil dengan titik didih dibawah 100 oC. langkah pertama dalam percobaan ini adalah menimbang erlenmeyer kosong, kemudian ditutup dengan Al-foil  dan dikencangkan dengan karet kemudian ditimbang kembali. sebanyak 5 ml kloroform dimasukkan kedalam labu tersebut dan ditimbang. labu ditutup kembali, dan diberi lubang kecil yang berfungsi sebagai tempat keluarnya udara dari dalam labu.
        labu tersebut kemudian dipanaskan dalam penangas air dengan suhu 82 oC. pemanasan dilakukan untuk membantu mempercepat penguapan kloroform. uap kloroform yang dihasilkan akan mendorong udara dalam labu erlenmeyer habis keluar, sampai pada akhirnya uap cairan sendiri yang keluar. Uap akan berhenti keluar jika tercapai kesetimbangan antara tekanan uap cair dalam labu dengan tekanan uap udara luar, dan uap cairan dalam labu sama dengan volume labu erlenmeyer serta suhu sama dengan titik didih air dalam peangas air.
      Setelah semua cairan menguap, labu diangkat dari penangas air. bagian yang basah dikeringkan, lalu dinginkan dalam desikator sampai uap tersebut mengembun kembali. Labu yang telah dingin, ditimbang kembali untuk mengetahui massa gas dalam labu tersebut. hasil pengukuran diperoleh massa gas sebesar 0.0481 g.
          Volume labu dapat dihitung dengan masssa jenis air. Volume air penuh dalam labu sama dengan volume dari labu dan berati sama pula dengan volume gas kloroform dalam kesetimbangan. sehingga dalam hal ini air digunakan sebagai pengacu perhitungan berat molekul kloroform. Hasil perhitungan menunjukkan volume kloroform sebesar 0.0697 L. berdasarkan nilai massa dan volume gas yang diperoleh, didapatkan massa jenis kloroform sebesar 0.6901 g/L. setelah diketahui massa jenis kloroform kemudian dapat ditentukan nilai berat molekulnya dengan persamaan :
                                       BM = ρ (R T / P)
Berdasarkan perhitungan didapatkan berat molekul kloroform sebesar 16.9764 g/mol berat molekul yang didapatkan  menggunakan persamaan gas ideal bukan merupakan nilai yang sebenarnya, sehingga dapat ditentukan  faktor koreksinya agar diperoleh nilai berat molekul yang lebih tepat. nilai yang diperoleh dari perhitungan sebesar 23.84 g/mol. hasil ini tidak sesuai dengan reveransi yang menunjukkan berat molekul kloroform sebesar 119.59 g/mol. perbedaan ini dimungkinkan karena penggunaan nilai tekanan sebesar 1 atm, tanpa dilakukan pengukuran dengan alat terlebih dahulu, padahal tekanan adalah faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi fasa gas. selain itu ketidaktelitian di dalam pengukuran massa, volume dan suhu cairan juga dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh.

VI.            KESIMPULAN
      1. berat molekul dapat ditentukan dengan persamaan gas idela yaitu BM = ρ (R T / P)
      2. Berat molekul kloroform hasil percobaan sebesar 23.84 g/mol
VII.            DAFTAR PUSTAKA
.........................

Test Footer